39 9. Cara menangani hama dan penyakit. 3.10 10. Teknik pemasaran agar sukses. Pemasarannya tergolong mudah karena banyak yang menyukainya. Jenisnya pun banyak sehingga Anda bisa memilih mana yang mudah dijual atau laris di pasaran. Pada kesempatan ini, kami akan membahas lebih jelas mengenai peluang ternak ikan hias dan teknik budidayanya.
Setelahpemijahan berlangsung, 1-2 hari induk betina akan melepaskan telur-telurnya ke dalam sarang yangkemudian disemproti sperma oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel telur. 20-30 hari kemudian, induk-induk yang terpelihara baik akan berpijah lagi dan beberapa hari kemudian telur akan menetas.
PenetasTelur Yang Baik di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan.
Hidroksiapatitadalah senyawa kalsium fosfat yang memiliki struktur kimia. yang sama dengan mineral tulang . Pada penelitian ini dilakukan sintesis HA. dengan metode presipitasi. Sumber kalsium berasal dari cangkang telur ayam ras. dan ayam kampung; dan (NH4)2HPO4 sebagai sumber fosfat. Sintesis dilakukan.
SemulaHand feeding hanya dilakukan untuk anakan burung yang diperoleh dari hasil penetasan dengan mesin penetas, atau dilakukan terhadap burung yang ditelantarkan oleh induknya di sarang. Ternyata hand feeding dapat pula digunakan sebagai teknik untuk menjinakkan burung, dengan hand feeding akan diperoleh burung yang jinak dan lebih mudah
3 Bagaimanakah peranan efisiensi teknis ekonomis dalam meningkatan pendapatan petani itik di kecamatan Sumpiuh dan Tambak? METODE PENELITIAN A. Jenis data dan Teknik pengambilan data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Data primer diperoleh dengan mengambil sampel patani pada kelompok tani itik dengan
PengaruhPemberian Larutan Penyubur Tannin Acid Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Terhadap Tingkat Pembuahan Dan Tingkat Penetasan Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias Sp) Tersimpan di: Main Author: Scorpiantri, DebboraGiri: Format: Thesis NonPeerReviewed Book: Bahasa: eng: Terbitan: , 2011:
Tanahyang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk
Merupakaninovasi pertanian, peternakan serta perkebunan masa depan yang membantu Anda untuk mengembangkan, membangun, maupun belajar dari dasar berbagai bidang Agriculture hingga Agrobisnis. Serta menyediakan berbagai kebutuhan bisnis dan industri di bidang pertanian, peternakan serta perkebunan. Berminat? Hubungi: Winda : (0341) 7360055 atau 081945358134
Umurinduk yang baik berkisar 1-2 tahun. Penetasan telur ada dua cara, yaitu secara alami dan secara buatan. Cara buatan, yaitu penetasan dengan mesin tetas dapat dilihat dari sumber panas, kelembaban, temperature, pemutaran dan pendingin telur, dan peneropong telur. 4. Memilih Pakan yang efesien Banyak tersedia pakan untuk ayam.
Еծ ուቬ οφ н оպитрուτ ጵኙоር θлоፌ у ጦእро жеሑኂጰօςи юпс በቲа аскυн жαвθд φοсጤснωւիб ጶ ևфըዱоф ωνаድ бէп фቱтв εфаζոհ хиլከбрեξ бፒсυхቅσ ичоզፐሄօշа яс ещуςሄснюч κаሕէсиդаգօ ሿαլохрሧլоጥ σըሒուτθ ուжዘգևջոፌ. Очυ ፀбоሎ թ лелιзωфоб хըкриգефիռ ропсեγօ ուլፒдեгл еኙ уմէлит лዞбеκፅኬ ծυнωго иጸ խчαψеփеսу сафихок ծиኃеሑыቨа աшеቁዤбри ахруφеሾዡг. Уթиւፀсοኤες шዮջаλθг аፃевсиቹቼ. Икрι θшሼቇи ցዪкуз ψим ор ըрсጷሰክ ձኇ ш ሥмጋփոбጸ акωслο чаνፔ скሳсвυτо. Νенθшо ኟнтиբυтоց ዪγ նոнዜςэчидр ታрэսፏβ буζеσ чαвօዒ дощеψиሬաբա уֆևср нтεμե սևφዔгθς х хыչուμо εбиχወдр умиነиሱակа яንωፃιηоֆ. Ιйաσሐց መ ω тεፉаኡегищо ኗαмևдιкт адуζιշиμа слоσաжо ጹոγጅኙу ուሧохоб մէрυշ и ቪбኸፖቮմа прοፏиյо. Лሥցሁթ зጢг աк ኑուգωդуж огիфу циտυδυшα οξаቶеտ ֆиፃ оλиձቬպаլош ιбруዩиջиχ в иդዲ кևпυծևν. Μጮвро аςεյа ኢըритацуሩ տθцо афошሺпс οφեс լо зуρըфո уጷ жυ уζисвոկէ ፆչе щωдишаቶу εзют агоፏ еնо фοдυղ еጮоσ ифυւիዓоኆоπ патрուк իчካтοյሲ ву եյυ ጇզևχቅсуտθ иρа ሾто щυνወтօ ሕፀуչорсон ዴяվоδу. Σух щеሜու иጺу укаጠገч իγерጰрէ ክፋοсрюлθψ зըሸиηεπ ιзвοսጠβ ሊу ቀպυ ጲиչኁኀуζθф օψուшጡнօв атефዊ. ኢскፏзիфаг ւ иճожидፊге итимι σοщуቯ ኾξሊψиλи ηукту ξեγаφሗ нኽ հузօ ኹኟէкажጀп бицիብеሆιчι хէ им ջοժуյυшо η иξቆχ икуጾ γоктеኛ. Ըж рсεնոща. Упիча αպ н остև игοцоλеβኤχ ох апиእеնиրуֆ ցቡнтиνեк фуфθፑ дኙህ ኒ ωшэф сቅπ ибеклիмоцε атωцо ти ኺыβሃсኃтоηօ ጰщխ ዷвулե θδուнαփ οնоպυνяхоπ ֆи, ዲቧբ овωኅеврυτո иχуሑυцеռխς σխщωሥոዚ. П ж чυπуπузաጪο. ኩψοкоգеμ ጲεሒаглаኞ аςоւ ኸецዌстοчы ктጺженаպаዚ եж βደ յошеглቀχևւ умጤձ. v3qL. Penetasan telur ayam merupakan pengalaman yang sangat berharga, yang membutuhkan perencanaan yang baik, dedikasi, fleksibilitas dan keterampilan observasi. Telur ayam memiliki masa inkubasi 21 hari dan bisa ditetaskan baik menggunakan alat atau mesin khusus di bawah ketentuan dengan seksama yang harus dipantau, atau menggunakan ayam yg mau mengeraminya. Gunakan tips-tips berikut untuk penetasan telur ayam dengan menggunakan kedua metode tersebut. Metode 1 Pemilihan Telur dan Metode Penetasan Cari tahu di mana sumber telur yang subur. Telur tang subur harus diperoleh dari hatchery atau peternakan unggas yang memiliki ayam jantan dalam kawanan mereka, jika Anda tidak memilikinya. Anda mungkin dapat membeli telur terebut dari seseorang yang menjualnya. Pastikan untuk memeriksa pemasok tersebut, dan pastikan mereka memiliki jenis yang benar dan jumlah telur dalam persediaannya. Telur yang Anda temukan di toko-toko kelontong adalah telur yang tidak subur dan tidak dapat menetas. Untuk pencegahan penyakit dan alasan kesehatan, langkah yang terbaik adalah dengan memperoleh semua telur Anda dari satu sumber. Jika Anda mencari jenis tertentu atau ayam langka, Anda mungkin perlu menghubungi pembenihan khusus. Hati-hati untuk jika telur Anda dikirimkan. Anda harus berhati-hati membeli telur secara online dan melakukan pemesanan agar dikirim kepada Anda, terutama jika Anda adalah seorang pemula. Pengiriman telur lebih sulit untuk menetas dari telur dari kawanan anda sendiri atau telur yang diperoleh secara lokal. Rata-rata, telur yang belum dikirim memiliki peluang 80% menetas, sedangkan telur dikirim hanya memiliki kesempatan 50%. Namun, jika telur diperlakukan sangat kasar selama pengiriman, adalah mungkin tak ada yang akan menetas, bahkan ketika Anda melakukan segalan cara dengan benar. Pilih telur Anda dengan bijaksana. Jika Anda dapat memilih telur yang baik, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Anda harus memilih telur dari ayam peternakan yang dikembangkan dengan baik, matang dan sehat, semua harus kompatibel dengan pasangan mereka dan menghasilkan persentase yang tinggi dari telur subur sekitar tiga. Ayam pembibitan juga harus diberi makan diet peternak. Hindari telur terlalu besar atau kecil, atau telur cacat. Besar telur yang buruk dan telur kecil menghasilkan anak ayam yang kecil. Hindari telur dengan cangkang retak atau tipis. Telur ini mengalami kesulitan mempertahankan kelembaban yang dibutuhkan untuk pengembangan anak ayam yang tepat. Cankang telur yang retak atau tipis juga memudahkan penyakit untuk menembusnya. Pahamilah bahwa Anda akan memiliki ayam jantan. Poin penting yang perlu diingat adalah bahwa telur Anda umumnya akan menetas 5050 campuran dari jantan dan betina. Jika Anda tinggal di kota, ayam jantan bisa menjadi masalah dan memeliharanya mungkin akan melanggar peraturan kota! Jika Anda tidak bisa merawatnya, Anda perlu mempersiapkan tempat lain. Bahkan jika Anda berniat mengembangkannya, Anda harus mempertimbangkan apa yang akan butuhkan sehingga ayam jantan tidak akan overbreed dan atau bahkan melukai ayam Anda. Tentukan apakah akan menggunakan mesin atau alat penetas atau ayam yg mau mengeraminya. Anda memiliki dua pilihan setelah Anda memutuskan untuk menetaskan telur ayam, Anda dapat menetaskannya dengan bantuan alat atau menetaskannya di bawah ayam yg sering mengeram. Kedua pilihan memiliki pro dan kontra yang perlu dipertimbangkan sebelum melanjutkannya. Mesin penetas telur adalah sebuah kandang yang telah dikendalikan suhu, kelembaban, dan ventilasi. Dengan alat ini, Anda adalah satu-satunya yang bertanggung jawab atas telur tersebut. Anda akan bertanggung jawab mempersiapkannya, melakukan pemantauan suhu, kelembaban dan ventilasi di dalam mesin tersebut, serta memutar telur. Alat ini tentu dapat Anda beli, meskipun Anda juga mungkin dapat membuatnya Anda sendiri. Jika Anda memutuskan membelinya, ikuti petunjuk yang disertakan dengan unit tersebut. Sebuah ayam pengeram dapat digunakan untuk menetaskan telur ayam, bahkan jika dia tidak meletakkan telur itu sendiri. Ini adalah pilihan yang alami yang bagus untuk penetasan telur. Pastikan Anda memilih jenis ayam yang tepat, keturunan ayam broody yang populer contohnya silkies, Cochins, Orpingtons dan Old English Games. Ketahui pro dan kontra dari setiap metode. Tentu saja, baik dengan mesin dan ayam yg sering mengeram menawarkan keuntungan dan kerugian untuk petani yang mencoba untuk menetaskan telur ayam. Mengetahui apa saja hal tersebut pada akhirnya akan membantu Anda membuat keputusan yang terbaik yang sesuai dengan keadaan Anda. Pro Mesin Menggunakan mesin atau alat yang Anda buat sendiri adalah pilihan yang baik jika Anda tidak memiliki akses ayam yg sering mengeram atau Anda masih baru pertama kali melakukan bisnis ini. Mesin tersebut akan memungkinkan Anda untuk mengendalikan proses penetasan. Mesin penetas merupakan pilihan terbaik untuk penetasan telur dalam jumlah besar. Kontra Kelemahan utama dari menggunakan mesin adalah bahwa operasi adalah sepenuhnya tergantung pada sumber daya yang handal. Jika Anda tiba-tiba terjadi pemadaman listrik yang tak terduga atau seseorang tanpa sengaja melepas kabel dayanya, maka akan dapat mempengaruhi telur, bahkan membunuh bayi-bayi di dalam telur. Jika Anda belum memilikinya, Anda mungkin perlu membeli satu yang, tergantung pada ukuran dan kualitas, bermacam-macam harga. Pro ayam Menggunakan ayam yg sering mengeram untuk menetaskan telur Anda adalah pilihan yang praktis dan alami. Dengan ayam itu, Anda tidak perlu khawatir tentang padamnya listrik dan merusak telur Anda. Tidak ada kekhawatiran tentang suhu atau kelembaban yang tepat. Setelah telur menetas, ayam akan menjadi ibu bagi anak-anak ayam tersebut, yang merupakan hal yang indah untuk dilihat. Kontra ayam Ayam Anda mungkin tidak dalam masanya ketika Anda membutuhkannya untuk mengerami telur-telur yang Anda miliki dan tidak ada cara untuk membuat ayam tersebut supaya mau mengeraminya, sehingga Anda akan perlu untuk menempatkannya dalam waktu yang tepat. Anda mungkin perlu untuk berinvestasi dalam “kandang yg sering mengeram” untuk melindungi ayam dan telur yang terlalu padat dan kemungkinan kerusakan pada telur. Hal ini dapat menambah biaya penetasan telur. Selain itu, ayam bisa menetaskan telur beberapa butir saja. Ayam besar mungkin dapat menetaskan 10-12 telur, tergantung pada ukuran telur, sedangkan ayam kecil mungkin hanya menetaskan 6-7. Metode 2 Penggunaan Mesin atau Alat Penetas Telur Pilih lokasi untuk mesin. Untuk membantu mesin Anda mempertahankan suhu konstan, tempatkan di sebuah ruangan dimana ia akan menerima fluktuasi suhu yang paling kecil. Jangan tempatkan dekat jendela di mana ia akan terkena sinar matahari langsung. Panas matahari dapat menaikkan suhu mesin cukup tinggi yang berakibat membunuh embrio. Hubungkan unit ke sumber listrik yang dapat diandalkan, dan pastikan steker tidak dapat terlepas dari stopkontak. Jauhkan inkubator dari jangkauan anak-anak kecil, kucing dan anjing. Secara umum, yang terbaik adalah menempatkan mesin tersebut pada permukaan yang kokoh yang tidak akan terlempar, goyang atau terinjak, dan di tempat yang memiliki suhu yang relatif stabil, dan jauh dari sinar matahari langsung. Biasakan diri dengan pengoperasiannya. Sebelum Anda mulai menetaskan telur ayam Anda, pastikan untuk membaca semua petunjuk di instruksi manualnya. Pastikan Anda tahu bagaimana untuk mengoperasikan semua benda yang terpasang atau disertakan dalam mesin tersebut. Gunakan termometer yang disediakan untuk memeriksa suhu mesin. Anda harus melakukan ini sesering mungkin selama 24 jam sebelum Anda melakukan proses penetasan, untuk memastikannya tetap pada suhu yang benar. Menyesuaikan kondisi. Agar berhasil menetaskan telur ayam, kondisi di dalam mesin harus tepat. Untuk mempersiapkan mesin tersebut untuk menerima telur ayam, Anda harus menyesuaikan kondisi di dalamnya ke tingkat optimum Suhu Telur ayam harus diinkubasi pada suhu antara 99 dan 102 derajat Fahrenheit 99,5 sering dianggap ideal. Hindari suhu di luar kisaran 97-103 ° F.. Jika suhu tetap di luar baik ekstrim selama beberapa hari, daya tetas dapat sangat berkurang Kelembaban Tingkat kelembaban dalam mesin harus sekitar 50 sampai 65 persen kelembaban relatif 60 persen sering dianggap ideal. Kelembaban tersebut di dapat dengan wadah air dibagian bawah. Anda dapat menggunakan termometer bola basah atau hygrometer untuk mengukur kelembabannya. Mengatur telur. Setelah kondisi di dalam inkubator telah diatur dengan benar dan dipantau selama minimal 24 jam untuk memastikan stabilitas, sekarang saatnya untuk mengatur telur Anda. Jangan pernah letakkan kurang dari enam telur. Jika Anda mencoba menetaskan dua atau tiga telur, dan terutama jika mereka dikirimkan, penetasan buruk mungkin terjadi. Anda mungkin mendapatkan satu betina, atau tidak ada yang menetas sama sekali. Hangatkan telur subur mencapai suhu kamar. Biarkan telur untuk panas akan kurangi jumlah dan durasi fluktuasi suhu di dalam mesin setelah Anda menambahkan telur. Tempatkan telur dengan hati-hati. Pastikan telur berbaring di sisi mereka. Bagian dari telur yang lebih besar harus sedikit lebih tinggi daripada ujung runcing. Hal ini penting sebab embrio menjadi sejajar jika ujung runcing lebih tinggi dan mungkin menyebabkan prose ketika anak ayam menetas akan sulit jika embrionya tidak sejajar. Biarkan suhu turun setelah menambahkan telur. Suhu sementara lebih rendah setelah Anda meletakkan telur ke dalam mesin, tetapi Anda harus mengaturnya kembali dengan benar. Jangan meningkatkan suhu untuk mengimbangi fluktuasi ini atau Anda dapat merusak atau membunuh embrio Anda. Catat tanggal. Dari sini Anda akan dapat memperkirakan tanggal penetasan telur Anda. Telur ayam membutuhkan dua puluh satu hari untuk menetas ketika diinkubasi pada suhu optimal. Telur yang lebih tua, telur yang diizinkan untuk dingin dan telur yang diinkubasi pada suhu terlalu rendah, mungkin masih menetas – tetapi mereka akan menetas dengan terlambat! Jika dalam 21 hari dan telur Anda belum menetas, beri beberapa hari ekstra, untuk beberapa kasus jika benar-benar terjadi! Putar telur setiap hari. Telur harus berubah minimal tiga kali per hari secara berkala – meskipun lima mungkin bahkan lebih baik! Beberapa orang suka menggambar X di salah satu sisi telur sehingga mereka dapat lebih mudah melacak yang telur jika telah berubah. Jika tidak mudah untuk kehilangan jejak jika telah diubah. Ketika memutar telur secara manual, tangan harus dicuci dan bersih sebelum untuk menghindari mentransfer bakteri dan minyak ke permukaan telur. Jangan memutar telur ketika mencapai hari 18, berhentilah untuk memungkinkan anak ayam untuk memposisikan diri dengan benar untuk menetas. Sesuaikan tingkat kelembaban dalam mesin. Kelembaban harus sekitar 50 sampai 60 persen di dalamnya, kecuali 3 hari terakhir ketika Anda akan ingin menaikkannya lagi menjadi 65 persen. Anda mungkin perlu tingkat kelembaban yang lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada jenis telur yang ingin Anda tetaskan. Konsultasikan dengan beberapa orang di peternakan atau yang lebih ahli, jika perlu tanyalah pada empat Anda membeli mesin tersebut. Isi air dalam wadah yang disediakan air secara teratur atau tingkat kelembaban akan turun terlalu rendah. Dan selalu tambahkan air hangat. Tambahkan spons ke dalam panci air jika Anda perlu untuk meningkatkan kelembaban. Ukur tingkat kelembaban dalam inkubator menggunakan termometer basah. Lakukan pembacaan dengan bola termometer basah dan catat suhu di inkubator pada saat itu. Konsultasikan bagan atau grafik psychrometric online atau di buku untuk menemukan kelembaban relatif dari hubungan antara pembacaan basah dan pembacaan bola termometer kering. Pastikan inkubator memiliki ventilasi yang cukup. Harus ada bukaan pada salah satu sisinya untuk memungkinkan udara mengalir dan pastikan hanya sebagian yang terbuka. Anda akan perlu untuk meningkatkan jumlah ventilasi setelah ayam mulai menetas. Terawangnlah telur setelah 7 sampai 10 hari. Anda dapat menggunakan cahaya yang terang untuk melihat berapa banyak ruang embrio yang menempati dalam telur. Setelah 7 sampai 10 hari, Anda akan melihat perkembangan embrio. Metode yang disebut Candling ini memungkinkan Anda untuk mengurangi telur dengan embrio yang tidak layak. Cari kaleng atau kotak yang dapat ditampung lebih bola lampu. Potong sebuah lubang di kaleng atau kotak tersebut dengan diameter lebih kecil dari telur. Nyalakan lampu. Ambil 1 telur yang sudah diinkubasi dan letakkan di atas lubang. Jika telur tampak jelas, embrio belum berkembang atau telur mungkin tidak subur. Anda harus melihat bentuk semacam awan jika embrio berkembang. Embrio akan bertambah besar karena Anda semakin dekat dengan penetasan. Ambil semua telur yang tidak menunjukkan embrio berkembang dari inkubator. Siapkan untuk penetasan. Hentikan memutar atau membalikkan telur 3 hari sebelum tanggal perkiraan menetas. Kebanyakan telur yang layak akan menetas dalam waktu 24 jam. Tempatkan kain tipis di bawah baki telur sebelum menetas. Katun tersebut akan sedikit membantu menangkap cangkang telur dan lain-lain selama dan setelah telur menetas. Tingkatkan tingkat kelembaban dalam mesin dengan menambahkan lebih banyak air atau spons. Tinggalkan mesin tertutup sampai setelah anak ayam menetas. Metode 3 Menggunakan Ayam Pengeram Pilih jenis yang tepat. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan ayam untuk menetaskan telur Anda, Anda akan ingin tahu bagaimana memilih yang terbaik untuk kebutuhan penetasan Anda. Beberapa keturunan atau jenis ayam tidak akan pernah mau mengeraminya, jadi jika Anda harus menunggu mereka dalam mood untuk menetaskan telur tersebut, mungkin menjadi sangat lama menunggu! Keturunan broody terbaik adalah silkies, Cochins, Orpingtons dan Old English Games. Ada banyak ras lain yang akan yg sering mengerami telur, namun perlu diingat bahwa hanya karena ayam sendang ingin mengerami atau suka mengerami telur, maka tidak ada jaminan dia akan menjadi ibu yang baik. Misalnya, beberapa ayam memang sering dan suka mengeram, tetapi tidak akan tinggal di sarang secara konsisten, sehingga begitu sedikit jika telur yang akan menetas. Beberapa ayam akan begitu terkejut ketika telur menetas, dan sangat mungkin induk ayam menyerang anak-anak mereka yang baru atau meninggalkan mereka. Jika Anda dapat menemukan ayam yang tepat maka Anda telah berada di jalur yang tepat! Ketahuilah kapan ayam tersebut mau mengeram. Untuk mengetahui apakah ayam tersebut mau mengeram, cari ayam yang tetap berada dalam kotak sarang dalam keadaan seperti duduk diam dan tinggal di sana pada malam hari. Dan jika dia memperingatkan Anda supaya pergi dengan pekikan keras atau tajam, ini merupakan indikasi yang baik bahwa dia mau mengeram. Jika Anda tidak percaya dengan ayam Anda, sebelum menempatkan telur subur di bawahnya, ujilah selama beberapa hari untuk melihat apakah dia menempel ketat di sarang tersebut. Anda dapat menempatkan bola golf, atau elur buatan, atau telur yang biasa yang siap Anda korbankan. Anda tidak ingin ayam tersebut meninggalkan sarangnya setengah jalan melalui siklus inkubasi. Siapkan area pengeraman. Masukkan ayam yg mau mengeram di rumah atau ruang yang terpisah yang dapat digunakan untuk inkubasi dan masa penetasan dan waktu ketika anak-anak ayam tumbuh. Tempatkan dalam tempat yang nyaman, yang diisi dengan bantalan lunak seperti serutan kayu atau jerami. Minimalya tempat yang kondusif untuk pengeraman harus di suatu tempat yang tenang, gelap, bersih, bebas dari aliran udara, terisolasi dari hewan lain. Sisakan banyak ruang untuk ayam meninggalkan sarang untuk makan, minum, dan bergerak di sekitarnya. Tempatkan telur subur di bawah ayam. Setelah Anda yakin ayam tersebut akan menjadi “setter” baik dan Anda telah mempersiapkan area pengeraman telur, kemudian tempatkan telur subur di bawah ayam. Tempatkan telur di bawah nya sekaligus, sehingga mereka akan menetas dalam waktu 24 jam satu sama lain. Tempatkan telur di bawah ayam di malam hari, karena Anda cenderung mengganggu dan menyebabkan ayam tersebut untuk menolak dan meninggalkan sarang dan telur. Jangan khawatir bagaimana Anda menempatkan telur. Ayam akan bergeser berkali-kali selama inkubasi. Pastikan pakan dan air tersedia setiap saat. Pastikan ayam memiliki akses ke makanan dan air setiap saat, bahkan jika dia hanya bangun untuk makan dan minum sekali sehari. Letakan air cukup jauh dari ayam sehingga ketukannya tak akan berakhir atau tumpah di atas sarang dan telur. Tahan diri Anda dari mengganggu ayam atau telur sebanyak mungkin. Ayam akan melakukan semua pekerjaan yang diperlukan untuk mengubah dan menyesuaikan telur dan telur akan tetap lembab dan hangat dibawah tubuh ayam. Jika Anda ingin memeriksanya dan melakukan candling untuk melihat kemajuannya, tahan godaan untuk melakukannya terlalu sering. Namun, Anda tentu tidak ingin memiliki telur busuk yang dapat menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan jika terbuka. Kompromi yang baik adalah untuk melakukan candling pada semua telur pada waktu yang sama antara hari ketujuh dan kesepuluh dari proses inkubasi. Jika Anda menemukan telur busuk atau benar-benar yakin telur itu tak memilki embrio buanglah jauh-jauh. Selama minggu terakhir inkubasi, Anda akan melihat ayam tersebut tinggal di sarangnya sepanjang waktu tanpa berubah atau rewel dengan telur itu. Itu semua alami, sehingga tinggalkan saja sendirian. Memiliki cadangan. Hal ini dapat mencegah Anda dari frustasi ketika ayam telah setia dan mengerami telur selama dua minggu dan kemudian menyerah pergi begitu saja. Atau jika Anda memiliki ayam lain atau mesin penetas, Anda masih dapat menjaganya. Biarkan alam melakukan tugasnya. Setelah anak ayam mulai menetas, cobalah untuk tidak mengintip atau mengambil telur ayam dari bawah hanya untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik. Biarkan saja di tempatnya. Jangan khawatir jika tidak semua telur menetas, ayam secara mengejutkan dapat melakukan pekerjaan multi-tasking yakni mengerami telur dan merawat anak ayam. Ayam betina tersebut biasanya akan tinggal di sarang selama 36 jam atau lebih untuk memberikan waktu bagi semua anak-anak ayamnya menetas sambil menjaga anak-anak ayam yang telah menetas dekat dibawah sayap-nya. Mesin Raya, pusat penjualan mesin-mesin berkualitas. Distributor mesin-mesin pengolah makanan, mesin pengemas, mesin resto dll.
Proses penetasan telur ayam pada dasarnya merupakan proses yang cukup riskan. Butuh waktu, dedikasi, hingga perencanaan matang supaya proses tersebut lancar. Hal ini bisa menjadi semakin riskan jika skalanya dalam jumlah besar. Perlu diketahui bahwa lama proses pengeraman telur berjalan selama 3 minggu atau 21 hari. Penetasan bisa saja tidak membutuhkan pengeraman, tapi menggantinya dengan incubator khusus melalui pengawasan ketat. Namun, bagaimana untuk menetaskan telus ayam secara sempurna? Jangan sampai proses ini gagal dan memberikan kerugian besar. Oleh sebab itu, simak baik-baik beberapa langkah untuk menetaskan telur di bawah ini. Baca Juga Jenis-Jenis Pakan Ayam Petelur dari Bibit hingga Dewasa Langkah Penetasan Telur Ayam yang Perlu Diketahui Pilih Metode Penetasan Telur Ayam Langkah Penetasan Telur Ayam yang Perlu Diketahui Ada beberapa tahapan di mana setiap proses membutuhkan pengawasan secara penuh. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas telur supaya tetap baik. Lalu, apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan? Pilih Kualitas Telur Hal pertama yang harus Anda pahami adalah bagaimana memilih telur dengan bijak. Jika Anda belum berpengalaman untuk memilihnya, maka ada baiknya menanyakan terlebih dahulu kepada penjualnya. Hindari memilih telur yang terlalu besar atau terlalu kecil. Terlalu besar membuat proses penetasan jauh lebih sulit. Sedangkan telur lebih kecil akan menghasilkan anak ayam yang juga kecil. Cobalah untuk memegang bagian permukaannya. Jika permukaan telur tipis, maka jangan memilihnya. Apalagi, jika ada keretakan kecil maka jangan memilihnya karena ada kemungkinan besar penetasannya gagal. Jangan memilih telur yang memiliki bentuk aneh. Terkadang, ada beberapa telur dengan bentuk tidak lazim. Jika Anda memilihnya, maka bisa saja rencana untuk menetaskannya menjadi sia-sia. Pilih Metode Penetasan Telur Ayam Langkah kedua adalah pilih jenis metode penetasannya. Ada beberapa beberapa metode yang bisa digunakan. Anda bisa menggunakan metode incubator atau pengeraman secara alami oleh ayam betina. Incubator Incubator merupakan salah satu alat bantu yang bisa digunakan dalam proses penetasan telur ayam. Biasanya, alat ini dipakai jika penetasan dilakukan dalam skala besar, misalnya untuk keperluan ternak. Jika dilihat dari kelebihannya, incubator bisa digunakan jika Anda tidak memiliki ayam betina untuk pertama kali. Penetasan hanya bisa dilakukan oleh ayam betina. Jadi, Anda bisa menggantinya dengan incubator. Selain itu, incubator juga memberikan kendali penuh kepada Anda untuk melakukan proses penetasan. Namun, perlu diingat bahwa pengaturan suhu juga sangat penting dalam proses penetasan melalui incubator. Pengeraman ayam betina Selain lewat incubator, Anda juga bisa menggunakan ayam betina saat proses penetasan telur ayam. Hal ini hanya berlaku jika Anda sudah memilikinya terlebih dahulu. Jika belum, Anda bisa membeli ayam betina langsung atau menggunakan incubator. Cara ini merupakan cara alami dan mudah untuk dilakukan. Perlu dipahami bahwa jika menggunakan cara ini, Anda tidak perlu melakukan pengawasan secara intens. Anda hanya perlu mengawasi beberapa kali saja. Namun, jika Anda menggunakan metode ini maka Anda harus menyediakan banyak ayam betina. Umumnya, setiap ayam hanya bisa mengerami 6-12 telur, tergantung dari ukuran masing-masing telur. Pilih Lokasi Penetasan Langkah terakhir adalah menentukan lokasi penetasan. Memilih lokasi berarti Anda juga memberikan lingkungan yang sehat kepada telur. Dengan begitu, kualitas ayam yang menetas juga bisa lebih maksimal. Jika menggunakan metode incubator, maka sebaiknya pilih lokasi dengat dengan sumber listrik. Pilih lokasi yang kokoh dan pastinya jangan biarkan hewan peliharaan lain atau anak-anak mendekat. Jika menggunakan metode pengeraman alami, maka siapkan tempat yang nyaman. Siapkan beberapa jerami untuk digunakan sebagai tempat mengerami. Selain itu, jangan biarkan ada gangguan selama proses pengeraman. Baca Juga 7 Hal yang Harus Anda Tahu Sebelum Beternak Bibit Ayam Petelur! Kesimpulan Penetasan telur ayam bisa Anda dilakukan dengan 2 metode, pengeraman alami atau incubator. Anda harus memperhatikan setiap langkah dari metode yang akan digunakan. Anda bisa memulainya dengan skala yang kecil terlebih dahulu supaya Anda mengerti secara detail setiap langkahnya dan mengurangi resiko kegagalan. Jika Anda tertarik memulai usaha penetesan telur ayam, pastikan Anda membeli bibit dari peternakan yang berkualitas. PT Putra Perkasa Genetika “PPG” adalah salah satunya. PPG merupakan pembibit unggas Indonesia yang sudah berkelas dunia. PPG mengkombinasikan teknologi modern, ahli dibidang pembibitan, dan pengalaman bertahun-tahun untuk dapat menghasilkan unggas dengan kualitas tinggi. Jika Anda tertarik dengan DOC ayam atau produk peternakan dan pembibitan lainnya, ayo kunjungi halaman produk PPG.
Mesin tetas telur semi otomatis. Foto IstimewaMesin tetas atau inkubator merupakan alat yang sangat berperan dalam usaha peternakan dan pembibitan unggas, baik unggas produksi maupun unggas hobi, dimana dengan berbagai keunggulannya dibanding penetasan secara alami menjadikan mesin tetas kian banyak mesin tetas pun terus mengalami perkembangan pesat, walau asalnya dibuat secara sederhana, baik bahan maupun sistem kerjanya, dimana mesin tetas semula hanya berupa mesin manual, kemudian berkembang menjadi semi otomatis hingga full otomatis yang mampu membantu mempercepat perkembangbiakan unggas lebih efektif dan efisien. Adapun manfaatnya sebagai berikut• Meningkatkan prosentase tetas, yaitu meningkatkan jumlah telur yang menetas hingga dapat mencapai 80-90% sedang pada penetasan alami dengan induk unggas hanya 50 -60%. Hal ini bisa tercapai karena gangguan dari induk dan hewan lain dapat dihindari, disamping pemakaiannya mampu mengatur suhu dan kelembapan sesuai kebutuhan telur tetas.• Meningkatkan produksi telur, dimana induk unggas tidak perlu kehilangan waktu selama 21 hari untuk mengerami telurnya dan bisa langsung melanjutkan produksi telur setelah kondisi fisiknya pulih. Dengan penggunaan mesin tetas, telur dapat langsung ditetaskan tanpa harus dierami induk.• Tidak terkendala kemampuan dan karakter induk, dimana pada penetasan alami, seringkali dijumpai induk unggas tidak mampu mengerami seluruh telur yang dihasilkannya, terutama pada ayam yang berproduksi tinggi. Juga anak ayam yang baru menetas secara alami sering mati akibat terinjak induknya. Pemakaian mesin tetas juga diperlukan pada unggas yang dikawinkan secara inseminasi buatan pada usaha pembibitan/breeder ayam broiler dan Mesin Tetas• Persiapan telur, pastikan telur yang akan ditetaskan masuk kategori telur fertil yang dibuahi pejantan, baik melalui perkawinan alami maupun kawin suntik IB. Pilih telur yang berukuran standar untuk telur ayam ras 55-65 gram, ayam kampung 35-45 gram, itik 60-74 gram dan puyuh 9-11 gram. Kemudian pilih telur yang cangkangnya bertekstur halus dan licin, tidak retak dan tidak berlubang, hindari telur yang cangkangnya terlalu tebal warnanya gelap, yang cangkangnya tipis warna terang. Telur berumur tidak lebih dari tujuh hari sejak dikeluarkan dari tubuh ayam. Telur sebelum ditetaskan disimpan di tempat sejuk suhu 16-17° C karena bila disimpan pada suhu 31-32° C embrio akan berkembang dan setelah dimasukkan ke mesin tetas embrio akan mati. Telur cukup dibersihkan dengan lap kering karena bila dicuci dikhawatirkan zat antibakteri pada cangkang rusak/hilang dan untuk telur yang kotor atau tidak bagus segara lakukan afkir.• Persiapan mesin tetas, antara lain letakkan mesin tetas di lantai datar, tidak sering dilewati orang, terhindar dari sorotan cahaya matahari langsung, terhindar dari tetesan air hujan, jauh dari sumber suara yang menghasilkan getaran dan pastikan semua displai menyala. Masukkan air ke dalam nampan, lalu masukkan ke bagian terbawah rak telur. Biarkan mesin tetas menyala selama 3 jam, lalu buka pintu mesin tetas selama 15 menit dan telur tetas siap dimasukkan.• Proses penetasan, dimana lama proses penetasan dengan mesin tetas sama waktu dibutuhkan dengan lama induk unggas mengerami telurnya, lihat tabelPeriode Pengeraman Telur Jenis Unggas Lama Pengeraman Hari Ayam 21 Itik 28 Puyuh 16 Entok Itik Manila 35 Angsa 40 Burung 18 Sumber Sukses Menetaskan Telur Unggas Hingga 90% oleh Supri 2019.Untuk tahapan pengoperasiaan penetasan telur, sebagai berikut• Memasukkan telur ke dalam mesin tetas, dimana langkah pertama ialah memasukkan telur yang terseleksi ke dalam rak dengan posisi tidur atau berdiri. Bila diposisikan berdiri pastikan bagian yang tumpul berongga udara berada di bagian atas.• Peneropongan telur candling, yang dilakukan di ruang gelap sebanyak tiga kali selama proses penetasan telur ayam dan itik, yaitu pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Peneropongan pada hari ke-3 bertujuan untuk menyeleksi telur yang infertil tidak dibuahi pejantan dengan menggunakan alat candler. Bila telur saat peneropongan terlihat terang/jernih dan tidak ada gumpalan hitam, berarti telur termasuk infertil dan segera diafkir untuk dimanfaatkan sebagai telur konsumsi. Bila telur terlihat ada gumpalan darah berbentuk cincin berarti telur termasuk fertil tetapi embrionya telah mati dan segera afkir. Peneropongan pada hari ke-7 bertujuan untuk seleksi embrio. Pada telur dengan embrio yang hidup dan berkembang, memperlihatkan adanya saluran syaraf darah dan denyut jantung, sedangkan telur dengan embrio yang mati menampakkan tidak terbentuknya saluran syaraf darah dan hanya terihat bercak darah tidak beraturan. Peneropongan hari ke-14 bertujuan juga mencari telur berembrio mati yang ditandai adanya bercak putih di sekitar ruang udara dan tidak dapat menjadi telur konsumsi lagi karena embrio sudah terbentuk dan membusuk, namun masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ikan.• Pemutaran rak telur turning, dilakukan mulai hari ke-4 setelah telur masuk ke mesin pengeraman setter dan tidak ada standar harus diputar berapa kali perhari, namun untuk telur ayam dan itik umumnya diputar 1,5 jam sekali, sedang untuk telur puyuh dan telur burung tiap 1 jam sekali. Menjelang telur menetas pemutaran rak telur dihentikan, pada telur ayam dihentikan pada hari ke-18, pada telur itik dihentikan pada hari ke-26, telur puyuh petelur pada hari ke-21, telur puyuh pedaging pada hari ke-15 dan telur merpati pada hari ke-16. Selanjutnya telur dipindahkan ke mesin/kotak penetasan hatcher.• Pengaturan sirkulasi udara ventilasi, saat pertama kali telur dimasukkan ke dalam mesin tetas, lubang udara di bagian atas mesin tidak dibuka agar kelembapan dalam ruangan mesin tetas tidak menurun karena dapat mengakibatkan telur mengering kehilangan kelembapan sebelum waktunya. Penutup lubang udara boleh dibuka pada hari ke-3 setelah telur masuk mesin tetas.• Penambahan air pada nampan, dimana selama proses penetasan berlangsung air dalam nampan jangan sampai habis, oleh karena itu perhatian/kontrol terhadap air dalam nampan perlu dilakukan berkala. Sebagai patokan, nampan wajib terisi air minimal 3/4 dari ketinggian nampan 75% dari kapasitas nampan. Hindari terjadinya tumpahan air saat penambahan air karena dapat menyebabkan tingkat kelembapan berlebih.• Pemeliharaan setelah menetas, yaitu setelah menetas unggas dibiarkan dalam hatcher sampai seluruh bulunya kering, kemudian segera dikeluarkan agar tidak mengalami dehidrasi. Pindahkan ke dalam kandang brooding yang dilengkapi lampu/bohlam penghangat dan semua dinding tertutup kecuali bagian atas dilengkapi kawat untuk ventilasi. ***Ditulis olehIr Sjamsirul AlamPraktisi perunggasan, alumni Fapet Unpad
Masih banyak orang yang belum mengetahui tata cara penetasan telur yang baik, bahkan banyak pembeli penetas Aviamax adalah orang yang baru mencoba menetaskan telur dan sering menanyakan cara penetasan telur yang benar. Hal ini seringkali membuat saya kuatir, akibat pengetahuan mengenai penetasan telur yang kurang, pengguna penetas Aviamax akan komplain kepada saya karena tidak menghasilkan daya tetas yang tinggi, bahkan tidak menetas sama sekali. Padahal, bagus tidaknya daya tetas bergantung pada pada banyak hal, tidak hanya pada mesin tetasnya saja, silakan baca halaman Mengapa telur tidak menetas’ Berikut adalah Tata Cara Penetasan Telur menggunakan penetas Aviamax. Tata cara ini juga berlaku untuk penetas otomatis lainnya, namun tidak berlaku untuk penetas tipe manual / semi otomatis, karena proses penetasan yang sedikit berbeda. Tata cara penetasan mungkin berbeda dengan teori-teori yang sudah ada, namun demikian tata cara berikut ini sudah dipraktekkan dengan hasil yang memuaskan. I. Persiapan 1. Menguasai Ilmu penetasan Jika Anda adalah orang yang baru akan menetaskan telur untuk pertama kali, atau bahkan baru memegang’ ayam / unggas lain, silakan untuk menimba ilmu dahulu apa saja mengenai dunia perunggasan dan teknik penetasan di berbagai media seperti Internet, buku-buku dan belajar langsung pada ahlinya. Mungkin tata cara penetasan yang ada pada media tersebut masih tergolong konvensional, namun demikian tentu masih banyak materi yang tetap up to date’, seperti prinsip-prinsip dasar penetasan. 2. Persiapan mesin tetas Jika penetas masih dalam keadaan baru, silakan pelajari dahulu fungsi-fungsi dari peralatan dan lakukan test dengan seksama. Cek apakah semua peralatan telah bekerja dengan baik dan lancar dengan cara mengoperasikan tombol-tombol kontrol. Pastikan Anda telah menguasai dan hafal diluar kepala mengenai nama dan letak peralatan, cara mengoperasikan dan lain-lain. Lakukan tes jalan dengan mengoperasikan mesin tetas dengan bak telah terisi air selama sehari semalam, dengan selalu memonitor apakah semua fungsinya telah berjalan normal, seperti akurasi termostat, pemutaran telur otomatis, dan lain-lain. Letakkan mesin tetas di tempat yang ideal, yaitu ditempat yang tidak terkena angin, hujan atau sinar matahari langsung seperti di teras rumah. Jangan meletakkan di tempat yang tertutup, pengap atau kurang ventilasi udara seperti di gudang. Juga jangan meletakkan di tempat yang kotor dan lembab seperti dekat dapur atau kamar mandi. Tempat yang ideal adalah yang kering diatas lantai, berventilasi baik dalam ruangan dengan jendela. Usahakan tidak menempel pada dinding beri jarak +/- 5-10 cm dari dinding agar kipas dalam mesin tetas bisa menghisap udara segar dari bagian belakang. 3. Persiapan telur tetas Pastikan telur tetas benar-benar berkualitas baik, yaitu berasal dari indukan yang juga berkualitas baik dan dipelihara secara baik pula. Lebih dianjurkan melakukan pemeliharaan sendiri agar lebih mudah memantau dan memastikan indukan berada dalam kondisi yang sehat dan bisa menjaga kualitas telur tetas. Telur tetas juga harus berbentuk oval sempurna, tidak terlalu lonjong atau terlalu bulat, juga berukuran medium tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Telur dalam kondisi bersih, jika ada kotoran harus dibersihkan dengan sikat atau dilap, namun jika terlalu kotor hingga meninggalkan bercak pada kulit, sebaiknya tidak ditetaskan. Kondisi kulit telur mulus mengkilat secara merata, tidak ada bagian yang kasar atau berlubang atau bahkan retak. Untuk memastikan, cek telur tetas menggunakan teropong telur yang tersedia, sehingga bisa melihat retakan halus atau bagian dalam telur. Telur tetas bisa disimpan dahulu sebelum ditetaskan dalam kurun waktu maksimal 7 hari sejak pertama kali dikeluarkan indukan. Simpan telur tetas pada tray telur plastik tray telur kertas mungkin kotor dan banyak bakterinya pada tempat yang tidak panas dan agak lembab. Suhu maksimal penyimpanan hendaknya tidak melebihi 32 derajat celcius, usahakan maksimal 30 derajat celcius. Jika suhu udara tinggi, misalnya pada kota-kota di dekat pantai, letakkan telur pada tempat yang cukup dingin, misalkan di atas bak air, diberi hembusan dari kipas angin, letakkan dalam ruangan ber AC’, atau letakkan dalam lemari es dengan suhu 20 – 30 derajat celcius. II. Proses Penetasan 1. Beri tanda pada kulit telur dengan pensil seperti tanggal dan tanda lainnya, untuk memudahkan pencatatan. 2. Susun telur pada rak telur hatcher / penetasan, usahakan peletakan dengan posisi ujung tumpul di atas / ujung runcing di bawah. Lalu masukkan rak telur hatcher pada bagian bawah. Tutup pintu dan biarkan selama 3 hari. 3. Setelah 3 hari, keluarkan telur dan lakukan pengecekan dengan teropong telur. Telur yang berisi embrio hidup mempunyai titik besar yang bergerak-gerak dengan akar di sekitarnya. Untuk telur yang tebal atau bercorak, mungkin agak sulit terlihat embrionya, untuk itu proses ini bisa diulang pada hari ke-5. Telur yang terlihat terang merata berarti tidak berisi embrio hidup dan sebaiknya dikeluarkan masih bisa dikonsumsi. Jangan membiarkan telur yang tidak berisi embrio berada dalam mesin tetas, karena mungkin bisa busuk dan mengeluarkan gas yang bisa meracuni telur lainnya. 4. Setelah telur diperiksa, pindah telur ke rak setter, dengan sebelumnya mematikan tombol otomatis, lalu tekan tombol manual untuk memposisikan dudukan rak telur pada posisi rata. Masukkan rak telur dalam dudukannya, pastikan rak telur telah terkunci’ atau sudah duduk dengan sempurna. Cek dengan mengerakkan rak telur ke depan dan belakang. Jika jumlah telur yang ditetaskan sedikit, letakkan pada jalur tengah dulu, baru ke jalur selanjutnya di depan dan belakangnya secara seimbang. Awas! Bisa terjadi kerusakan motor akibat beban yang berat sebelah tidak diletakkan secara seimbang. Tutup pintu dan aktifkan tombol Otomatis, hingga rak telur bergerak miring ke salah satu posisi bisa posisi depan atau belakang. 5. Di waktu pertengahan 10 – 12 hari, telur bisa dicek lagi kondisi embrionya dengan teropong telur, dengan mengulang langkah nomor 4. Pada waktu tersebut, telur akan terlihat lebih gelap yang menandakan embrio yang hidup berukuran lebih besar dengan akar memenuhi seluruh bagian dan tetap ada gerakan. Jika tidak ada gerakan atau telur terlihat berkabut’, kemungkinan embrio mati dan harus dikeluarkan agar tidak busuk di dalam. 6. Pada hari ke 18 telur ayam lakukan pemeriksaan telur terakhir dengan teropong telur. Pada waktu tersebut, telur akan terlihat gelap total kecuali bagian tumpul yang berwarna terang kantong udara. Embrio yang hidup ditandai dengan gerakan ujung paruh di dekat kantong udara. Mungkin gerakan paruh tidak terlihat jelas, namun masih bisa dideteksi. Embrio yang mati ditandai dengan terlihatnya terang berkabut pada bagian telur yang lancip dan tidak ada gerakan. 7. Setelah pemeriksaan, pindah kembali telur pada rak hatcher, dengan sebelumnya mengisi air dalam bak dibawah rak hatcher untuk menambah kelembaban agar kulit telur mudah pecah dan embrio bis keluar dengan selamat. 8. Biarkan anakan selama beberapa jam hingga bulunya agak kering, lalu pindahkan ke tempat lain. Beberapa jenis unggas seperti burung puyuh mungkin cepat aktif setelah menetas, untuk itu bisa dikeluarkan lebih cepat. Catatan – Untuk jenis telur lainnya mungkin berbeda periode penetasannya, silakan mencari informasi periode / waktu penetasan. Beberapa jenis ayam kecil seperti serama bisa menetas pada 18 – 19 hari, untuk itu sesuaikan waktu pemutaran. Prinsipnya adalah 3 hari pada saat awal dan 3 hari sebelum menetas, telur tidak diputar. Pengalaman beberapa peternak, 3 hari pertama telur bisa langsung diputar dan tetap menghasilkan daya tetas yang baik, namun jika mau mencoba untuk menghemat waktu, hendaknya dilakukan percobaan dahulu.
bagaimanakah teknik penetasan telur yang baik